KEPEMIMPINAN EFEKTIF

Nurharpani, SE, M.Pd (Ketua Pengurus YPKM Indonesia)

KEPEMIMPINAN EFEKTIF (EFECTIVE LEADERSHIP)

Tak bisa dipungkiri, bahwa kebanyakan pemimpin menganggap penting bawahan. Bawahan tidak sekedar orang yang diperintah, tetapi lebih daripada itu, bawahan merupakan variabel kunci sukses tidaknya misi yang diemban oleh para atasan.

Keberadaan dan dukungan staf dapat menjadi sumber inspirasi dan kekuatan bagi para manajer. Tetapi jika salah urus (mismanagement), maka akan menjadi malapetaka organisasi. Fungsi rekruitment merupakan pintu masuk apakah karyawan baru tersebut dapat bersinergi posistif atau negatif. Setelah fungsi kepegawaian yang lain seperti fungsi orientasi dan penempatan, pelatihan dan pengembangan, promosi jabatan, konpensasi, dan pemeliharaan sudah laksanakan dengan baik, maka aspek kepemimpinan-lah yang menjadi penentu keberhasilan sebuah organisasi.

Tak heran jika para atasan mengeluh karena bawahannya tidak becus bekerja. Setiap tugas yang diberikan tak pernah tuntas. Jika hal itu dilanjutkan ke pola pembinasaan bukan pembinaan, maka berapa orang karyawan yang di pecat dan berapa orang di angkat sebagai pegawai baru setiap harinya.

KOREKSI INTERNAL (SELF CORRECTION)

Akankah lebih bijak bagi semua pihak, jika otoritas pemimpin digunakan terlebih dahulu untuk melakukan upaya self correction, yaitu bagaimana melakukan koreksi ke dalam terlebih dahalu dan selanjutnya pemimpin perlu melihat secara mendalam aspek-aspek bawahan itu sendiri.

Yang dimaksud koreksi ke dalam bukan saja aspek internal pemimpin itu sendiri, tetapi juga sistem kerja yang dikembangkan dalam organisasi. Mengapa demikian karena sistem kerja yang didukung oleh Standard Operating Procedure (SOP) dapat memperkecil kesalahan kerja dan meningkatkan efektifitas dan efisiensi serta produktifitas kerja.

STABILITAS (STABILITY)

Stabilitas organisasi jauh lebih penting dari pada hadirnya pemimpin yang atraktif dan reaktif. Organisasi lebih membutuhkan sikap proaktif baik atasan maupun bawahan. Sehingga tercipta sinergi dan harmoni menuju terwujudnya efektifitas, efisiensi dan produktifitas organisasi. Ternyata ! belum banyak organisasi yang memiliki sistem kerja yang kuat. Bagaimana STISIP Padang ! Semoga sukses selalu ! KITA BISA ..


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *